Dear All Family

Pengalaman magang di salah satu panti rehabilitasi narkoba tepat di bulan Ramadhan tahun lalu masih meninggalkan banyak kesan. Tadinya mau cerita soal hal itu di sini, tapi karena berbagai pertimbangan akhirnya mutusin untuk nggak dishare di sini. Biarlah jadi kenangan manis di hati aja. (?)

Meski begitu, untuk mengabadikan momen seberharga itu gue ngerasa perlu meninggalkan sedikit jejak tentang mereka, para famili tercinta ("Famili" adalah sebutan yang mereka gunakan untuk menyebut diri mereka sesama residen pecandu narkoba yang lagi direhabilitasi).

Untuk mengingatkan diri gue tentang mereka, gue cuma bisa bilang

Masa lalu mereka gelap. Masa depan mereka tak ada yang tahu. Yang kutahu, mereka tengah merangkak keluar dari kegelapan. Mencoba meraih cahaya tuk masa depan.

Kita sama dengan mereka, hanya saja...
Saat cahaya kita mulai redup, ada banyak yang siap membagi cahanya.
Saat cahaya kita hampir padam, kita ingat akan cahaya di atas sana yang tak pernah mati.
Saat cahaya kita habis dan gelap benar-benar datang, kita ingin dan mencari terang.

Entah pada kondisi yang mana mereka dulu, namun kini mereka mencari terang. Mereka ingin dan butuh cahaya.

Untuk kita yang punya dan tahu keberadaan cahaya, jadikan cahaya itu sebaik-baiknya cahaya. Cahaya yang bukan hanya membuat diri kita terlihat, melainkan juga membuat kita bisa melihat segala yang ada di depan mata. Termasuk keberadaan orang seperti mereka.

Dear all family, tetaplah berjuang. :)
"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah, Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. An-Nisa: 100)