Rumput yang Baru


Ini bukan perkara rumput siapa yang lebih hijau.
Rumputmu hijau, rumputku pun hijau.
Selama dirawat rumput akan tetap hijau.
Aku merawat rumputku dengan baik.
Santai, aku tak sedang paceklik.

Ini bukan pula soal tidak bersyukur apalagi kufur.
Nikmat-Nya terlalu nyata untuk diabaikan mata.
Bahagiaku lebih dari cukup.
Saat ada yang tak bisa kuraih, Allah mengganti lebih.
Tenang, aku tak sedang bersedih.

Ini soal peningkatan, pengembangan, dan perbaikan.
Sama seperti rumput yang terus tumbuh, aku juga ingin tumbuh.
Jika diam berarti mati, maka hidup perlu bergerak.

Padang rumputku jutaan kali sudah kutinggali jejak.
Jika bisa mengelilinginya dengan mata tertutup, masih kah itu terhitung gerak?
Bersyukur bukan berarti hanya tidur.
Menganggurkan nikmat-Nya yang lain, tidak kah itu tergolong kufur?

Aku butuh padang rumput baru.
Tanah-Nya masih banyak.
Padang rumput baru akan kugarap.
Demi menggerakkan hidup dan menghidupkan gerak.

3 komentar:

  1. "Bersyukur bukan berarti hanya tidur.
    Menganggurkan nikmat-Nya yang lain, tidak kah itu tergolong kufur?"

    tidak ada alasan untuk tidak bergerak,tidak ada ada alasan untuk tidak tumbuh...bismillah

    tulisannya bagus cece :)

    BalasHapus
  2. Mari bergerak! Hahaha makasih sudah mampir. :)

    BalasHapus