Menuju 20

Saat kita mulai dewasa, bukan sekadar mainan rusak penyebab tangisan.
Bukan lagi takut kehabisan film kartun kesayangan yang buat gelisah.
Beranjak dewasa, perlahan tapi pasti, aku diperlihatkan banyak hal.
Mulai dari yang indah sampai yang menjijikan.
Beruntung, setiap hal diperlihatkan kepadaku dari berbagai sudut pandang.
Beberapa hal mutlak, sisanya relatif. Soal aksi-reaksi. Itu kupelajari.

Apakah aku siap jadi orang yang dibilang dewasa?
Apakah aku siap mengalami, bukan hanya melihat, berbagai hal dari yang indah sampai menjijikan?

Kecemasan seperti itu mulai sering muncul. Kalau sudah begitu, yang kulakukan hanya mengingat berbagai hal yang sudah kupelajari dan bertekad itu akan kuterapkan dalam kehidupan dewasaku. Biar bisa melompat lebih tinggi..dan kalaupun masih terjatuh -pasti, setidaknya jatuh ke lubang yang lain. Lumayan, menambah pengalaman dan pelajaran.

Saat kita mulai dewasa, saat itulah banyak hal tampak nyata.
Mungkin bukan keadaan yang berubah, hanya kita yang lebih peka dan menerima.
Menerima kalau beberapa hal bukan masalah, beberapa hal memang salah.
Saat kita mulai dewasa, saat itulah kita sadar kita nggak sendiri.
Karena dewasa bukan lagi soal diri sendiri. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar